Desa Wisata Grogol

Hampir di setiap sudut Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat desa wisata, masing-masing menawarkan eksotisme dan daya tarik local yang indah dan mempesona dengan ciri khas yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Desa wisata Grogol yang berlokasi di Desa Grogol, kelurahan Margodadi, kecamatan Seyegan, Margodadi, Sleman, Yogyakarta.

Untuk menuju ke lokasi sebenarnya cukup mudah, namun kurang lebih sekitar 300 meter sebelum pintu masuk ke area wisata jalan setapak yang tampak sempit dan suram menjadi sapaan selamat datang. Agak takut sih sebenarnya karena jalan itu hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan roda empat, jadi kalau berpapasan dengan kendaraan lain harus ada yang mengalah mundur, pohon-pohon yang menjulang tinggi disamping kanan dan kiri jalan menambah semakin ngeri ketika memasuki wilayah ini. Namun sesampainya di lokasi wisata, pemandangan indah langsung memanjakan mata ini. Subhanallah, Alhamdulillah…

Kembali ke desa nan asri, seperti itulah tampaknya yang ingin di tonjolkan dari arena bermain di desa wisata grogol ini. Hamparan sawah yang luas menghijau, suasana yang sejuk dan suara gemericik air yang begitu menenangkan bagi siapapun yang mendengarkan, membuat lupa pada hiruk pikuk kehidupan kota yang bising, berdebu, penuh dan begitu kompleks. Berada di tempat ini terasa nyaman dan damai, banyak pohon yang tumbuh menjulang seolah sedang berada di dunia impian.

Begitu sampai di lokasi, kami langsung melaksanakan sholat ashar. Tempat sholatnyapun unik, berada diatas gazebo luas yang di bawahnya terdapat air sebagaimana kolam ikan. Sempet khawatir sepatu atau sandal kami akan terjatuh ke dalam air, soalnya undakannya cuma bebatuan yang tidak rapat. Terasa masuk ke jaman dulu ketika musholla dan masjid tidak seindah sekarang.

Kolam tidak jernih

Setelah melaksanakan sholat ashar kami sempatkan berjalan-jalan melihat beberapa wahana aoutbond dan tempat-tempat unik disini. Sayangnya tidak semua tempat dapat kami kunjungi karena luasnya area disini.

Ada sangat banyak arena permainan untuk outbond yang di tawarkan disini, khususnya permainan anak-anak. Dimana-mana terdapat wahana air membuat saya ingin sekali menceburkan diri disana. Namun sayang, karena kami serombongan bunda-bunda sholiha jamaah Al-Hidayah sengaja datang kesini untuk melakukan kajian dan game khusus ibu-ibu, sehingga kostum yang kami pakaipun tidak memungkinkan untuk melakukan permainan air. Wahh… menyesal sekali tidak memiliki cukup informasi sebelum sampai kesini sehingga saya tidak mempersiapkan diri dengan baju ganti. Akhirnya kami harus cukup merasa puas dengan hanya memandang kilauan air yang memanggil-manggil untuk segera “nyemplung” ksana. Tapi sebenarnya sy beruntung juga sih karena setibanya disana, air hujan baru saja berhenti sehingga sepanjang kolam tampak keruh dan becek disekitarnya. Jadi tak begitu sedih meski tidak bisa bermain air 😊

Tapi jangan salah, berada di tempat senyaman ini tak afdhol rasanya kalau tidak berfoto-foto maupun selfi-selfi ya? Inipun termasuk salah satu cara para wanita untuk bahagia hehe…

Hari itu sengaja kami para jamaah pengajian Al-Hidayah yang berjumlah sekitar 30 orang mengunjungi tempat ini untuk melakukan kajian yang berbeda dari hari-hari biasanya. Jika setiap malam jum’at kita mengaji bersama dari rumah kerumah bergantian ke sesama jamaah, kali ini kita ingin belajar agama sekaligus tadabbur alam.

Tak terasa kami harus segera berkumpul untuk memulai acara, melakukan permainan bersama dan kajian islam sebagaimana tujuan utama kedatangan kami ke tempat ini. Semoga dengan mengajak bunda-bunda sholiha bermain bersama akan semakin mempererat silaturrahmi dan kebersamaan kita selanjutnya. Semoga kita juga tidak bosan untuk terus menerus belajar tentang ilmu agama baik diluar ruangan maupun di rumah masing-masing, karena hanya orang-orang yang beriman sekaligus berilmulah yang akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.

“Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi, namun ilmu tanpa iman bagaiman lentera di tangan pencuri” (Buya Hamka).