Motivational Personal Tips Uncategorized

Cara Melunasi HUTANG Dengan Segera!

Bertemu dengan seorang sahabat atau kerabat adalah peristiwa yang paling membahagiakan. Apalagi jika pertemuan itu dilakukan setelah berpisah cukup lama, rasanya tak terkatakan, bahagiaaa rasanya, segala cerita akan tumpah ruah disana.

Tapi apa jadinya jika pertemuan itu langsung diawali dengan basa-basi yang tidak menyenangkan?

“Hai bro, waahh udah sukses ya sekarang, ayo sinilah utangin duit!”

“Wahh abis gajian ya sis, nek iso tak utang ya?”

“Perhiasanmu baru brosis, kene aku utang…”

Ada yang pernah denger bahasa-bahasa kayak gitu nggak? Atau Anda sendiri pelakunya? Eeh!

Perkara utang ini memang sudah lumrah di kalangan kita dan bukan hal tabu lagi untuk diungkapkan. Rasanya tak ada satupun manusia dewasa didunia ini yang tidak berhutang materi kepada orang lainnya, kalaupun ada rasanya sangaaat sedikit.

Tapi tahukah Sahabat Sholiha, bahwa kegiatan berhutang adalah sebuah perbuatan yang mendholimi orang lain.

Kita tidak pernah tau orang yang kita pinjam uangnya sesungguhnya memiliki kebutuhan apa, kita juga tidak cukup mengerti bahwa orang yang tampaknya memiliki banyak harta bisa jadi memiliki kesulitan yang jauh lebih besar. Dengan kita berucap hutang, berarti kita telah menambah beban hidup mereka. Apakah itu baik? Apakah mereka akan senang? Bisa jadi Iya karena sudah bisa membantumu, tapi kemungkinan kedua ia sebenarnya resah karena bisa jadi dia lebih butuh dari pada dirimu.

Kalau Ia tetap meminjamimu mungkin dia pun tidak ihlas hanya karena tidak enak kepadamu, tapi jika tidak meminjamimu mungkin dia juga kasihan kepadamu. Apakah perasaan-perasaan itu menyenangkan? Sama sekali tidak.

Bukankah menyenangkan orang lain adalah termasuk sedekah? Dan membuat orang lain tidak nyaman termasuk kedhaliman.

Oleh karenanya, ayolah STOP berucap hutang, kecuali dalam keadaan antara hidup dan mati, apalagi jika hal itu dilakukan hanya basa-basi, “Jika dapat ya sukur jika nggak ya nggak apa-apa”.

Kenyataannya, kebanyakan mereka berhutang bukan karena tidak memiliki harta, tapi karena ingin menyimpan harta sendiri sedangkan untuk mencukupi kebutuhan, justru dengan menggunakan harta orang lain dengan berhutang.

Cara membayarnyapun menyedihkan, sudahlah sedikit-sedikit, pun harus ditagih dengan cara yang tidak baik. Sudahlah kita mengambil keuntungan darinya, kitapun membuatnya sakit hati. Sisi baik apa yang bisa di banggakan dari diri Kita kalau sudah seperti ini?

Percayalah hidup sederhana itu tidak memalukan. Kalau mampunya makan tempe ya ngga usah beli rendang, kalau mampunya makan cireng ya ga usah makan keju, kalau mampunya beli baju 30.000 kenapa beli yang 300.000? Kenapa harus memaksakan diri?

Lelahnya orang gengsi tapi banyak hutang, lebih menyakitkan dibandingkan lelahnya menahan lapar.

Mari mulai berfikir tertang keadaan orang lain, jangan hanya merasa memiliki kebutuhan sendiri yang harus dipenuhi tanpa berempati pada kebutuhan orang yang lain.

Sebagian orang malah menghujat teman atau saudaranya yang Kaya tapi tidak mau meminjaminya uang. “Orang Kaya kok pelit”. Itu image yang di sematkan pada saudaranya tadi.

Wahai Sahabat, Kalaupun Kita punya tetangga, teman, saudara Kaya itu Karena Allah memberinya kepercayaan, lagipula kayanya dia bukan untuk mencukupi kebutuhan kita, kenapa jadi Kita yang kepengen nebeng?

Dalam Islam, urusan hutang ini sudah diatur sedemikian rupa.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Semua dosa orang yang mati syahid Akan diampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.” (H. R. Muslim).

Orang yang mati syahid saja tertahan masuk surga oleh karena hutangnya, apalagi kita orang-orang yang lebih banyak berbuat dosa dan sia-sia dari pada jihad. Yakin banget umur kita panjang sehingga pasti mampu membayar hutang?

Mari berjuang sekuat tenaga untuk terbebas dari hutang!! Dengan bertaubat dan bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla.

Allah sudah memberitahu dalam banyak firmanNya tentang bagaimana menjalani hidup yang baik dan benar tapi Kita lebih memilih cara yang lain, cara Kita sendiri yang justru salah.

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Dalam surah yang lain Allah juga berfirman:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”

Allah sudah memberi rizki begitu banyak, masak masih berhutang, mintalah padaNya, minta, minta, minta hanya kepadaNya!

Manusia baru bisa disebut merdeka jika Sudah bisa terbebas dari hutang dengan sesama manusia, baik hutang materi ataupun hutang janji, bahkan kalaupun penghutang sampai mati tak mampu membayar, Allahlah yang akan menagihkan sampai di akhirat kelak, Naudzubillah…

Kalaupun sudah terlanjur hutang, bersegeralah untuk membayar dengan apapun harta yang ada, namun jika keadaannya tidak memungkinkan, mintalah ridho pada orang yang telah memberi hutang, mintalah do’anya agar bisa segera Melunasi hutang, jangan malah menghindar dan memblokir telponnya.

Nabi SAW mengajarkan doa dalam Hadits yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal,” katanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Berdo’alah kepada Allah, hanya kepadaNya.

Betul bahwa orang yang mengihlaskan hutangnya akan dihitung sebagai sedekah, tapi itu dalil bagi pemberi hutang, anehnya kita justru sering mendengar kalimat itu dari orang yang berhutang. Lucu kan? Itu namanya orang salah minum obat, makanya ngga sembuh-sembuh hutangnya. Azzamnya beda, bukan ingin memuliakan orang lain, tapi ingin di muliakan oleh orang lain. Yang ada hidup bukan semakin mudah tapi justru semakin susah.

Kalau sudah begini, teman atau kerabat mana yang senang bertemu dengan penghutang?

Berbeda halnya jika bertemu dengan orang yang langsung bertanya kabar, saling mendoakan dan saling mendukung dalam kebaikan, pasti akan sangat senang jika kelak bertemu lagi 😊

Nah Sahabat… Let’s STOP Hutang!!

Bukan uang, bukan pekerjaan, bukan jabatan yang bisa melunasi hutang, tapi niat dalam hati yang di sampaikan kepada Allah Sang Khoirurroziqiin.

About Author

Hi sholiha how are you?
My name's Ana, full name's Siti Asmanah. I'm a nice woman who's proud to be a Housewife.

I love cooking, reading especially about spiritual motivations, writing, singing, traveling, swimming and I very much love driving.

I'm driver right? That's my big profession. Antar jemput anak-anakku sekolah, Les, ngaji, dan kemanapun mereka mau.
I love that job.

So let's talk about that, pasti sangat menyenangkan ❤️

(2) Comments

  1. says:

    Setuju … niat yang kuat disertai disiplin tinggi menjadi kata kunci

    1. Bunda Sholiha says:

      Betul Pak, sangat setuju tetapi memang tidak mudah… 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *