Type to search

Menjemput Bahagia Meraih Sorga

Inspiration Social activities Uncategorized

Menjemput Bahagia Meraih Sorga

Share

Assalamu’alaykum Sahabat Sholiha, apa kabar?

Semoga kita selalu dalam limpahan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT, aaminn.

Sahabat sholihaku,

Kalau kita merasa senang karena memiliki barang baru itu sudah biasa, kalau kita bahagia karena bisa menikmati makan-makanan enak juga bukan sesuatu hal yang luar biasa. Tapi ketika bisa melihat mereka penuh rasa cinta, penuh kebagiaan karena masih ada orang-orang yang masih perduli padanya, akan terasa jaaaaauuuh mengoyak rasa jiwa.

Bagaimana tidak?

Hari itu kami bersama sahabat-sahabat Al-Hidayah berkunjung dan berdonasi kepada para manula.

Tak perlu banyak kata untuk menemui mereka, selain rasa kasih dan iba.

Orang yang sudah sepuh itu ternyata tak butuh apa-apa, baju mahal dia enggak butuh, makan enak dia tidak boleh, uang banyak juga tidak begitu menarik, yang paling penting bagi mereka adalah ada orang yang perduli padanya, ada orang yang mau menemainya dan mau mendengar ceritanya.

Maka ketika kami datang dengan membawa cinta seolah dia telah menemukan kembali ruhnya, jiwanya. Senyum beserta air mata yang terus berlinang seolah mengungkapkan rasa terimakasih yang demikian dalamnya.

Akupun ikut berkaca-kaca, betapa kelak akupun akan menjadi tua seperti mereka.

Ya Robb bagaimana nanti keadaanku? Akankah ada orang yang perduli padaku? Apakah anak-anakku kelak tetap akan menjagaku? Atau harus mengalami nasib seperti sebagian dari mereka, yang hidup sediri dan tak tau entah ada dimana keluarganya?

Kegiatan Bakti Sosial

Bertemu mereka rasanya seperti tersadar, bahwa sekarang inilah saatnya kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, bersikap sebaik-baiknya, berbuat sebaik-baiknya dan berdoa sebanyak-banyaknya agar kelak ketika tua, Allah mencukupi kita, menyiapkan seorang teman dan pertolongan dari arah mana saja.

Masih dengan rasa haru yang mendalam, kami berpamitan di iringi dengan ucapan terimakasih dan doa yang demikian panjang, kami harus melanjutkan perjalanan untuk berbagi kasih sayang.

Kali ini kami mengunjungi anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Al-Dzikro, Dusun Wukirsari, Imigiri, Bantul, Yogyakarta. Bukan untuk pamer kebaikan tapi untuk mencari kedamaian, untuk semakin menyakinkan diri bahwa di luar Sana ada lebih banyak orang yang kurang beruntung dalam kehidupannya. Untuk mengatakan kepada anak-anak kami bahwa keadaan mereka jauh lebih menyenangkan karena masih memili ayah ibu. Kelak mereka punya tugas untuk berbagi Dan perduli dengan orang lain

Wahai anak-anak muda, berbagilah! Dengan cerita jika kamu pandai mendongeng, dengan ilmu jika kamu cukup berpengalaman, dengan tenaga jika kamu cukup kuat, atau dengan harta jika kamu bukan orang miskin.

Berbagilah dengan apa saja, bergabunglah dengan orang-orang yang punya misi dan tujuan yang sama dan berbahagialah bersama orang-orang yang lebih senang mencintai tanpa menuntut di cintai.

Anak-anak yang tak ber-ayah atau tidak ber-ibu ini sama luar biasanya, banyak peristiwa berat yang sudah dilaluinya. Betapa beruntungnya karena mereka berkesempatan untuk tinggal di sebuah rumah yang nyaman dengan para pengasuh yang ihlas merawat dengan penuh cinta.

Di luar sana, ada anak berusia 5 tahun hidup sendirian dan tidak pernah sekalipun bertemu dengan ibunya, karena begitu dia lahir, sang ibu meninggal dunia. Sedang ayahnya entah berada dimana?

Ada juga anak yang terlunta-lunta bersama sang ibu menjadi pemulung disepanjang jalan kota yang panas dan keras, tanpa tempat tinggal yang layak atau penghidupan yang seharusnya. Mereka bisa berada dimana saja bahkan ketika harus tinggal di kamar kontrakan yang sempit dan pengap tanpa aliran listrik atau bahkan tidur di antara lorong-lorong jembatan. Ayahnya meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya.

Kami juga bertemu dengan anak yang sebatang kara, ayah bundanya telah pergi meninggalkan mereka dalam sebuah kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Sementara dia harus tinggal bersama sang nenek yang juga telah renta tanpa penghasilan, dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

Ilustrasi

Begitupun dengan ribuan cerita-cerita pilu yang lainnya. Hanya sebagian kecil anak-anak yang beruntung telah memiliki keluarga asuh. Di luar sana ada jauh lebih banyak dari mereka yang tak memiliki siapa-siapa, hidup bagaikan roda saja menunggu siang berputar menjadi malam kemudian kembali menjadi siang tanpa mengerti akan bagaimana nasib selanjutnya. Apakah hal itu hanya ada dalam cerita sinetron? Tidak! Mereka ada disekitar kita.

Apakah kita mau berganti peran dengan mereka? Tentu tidak, kita adalah orang-orang yang beruntung.

Mereka hampir tidak pernah menikmati makanan-makanan yang bagi Kita tidak Ada artinya.

Ketika sesuap nasi begitu berharga bagi mereka, tapi Kita bahkan sering membuang-buangnya.

Mereka hampir tidak pernah bertemu dengan bantal empuk dan kamar yang nyaman sebagaimana Kita nikmati setiap malamnya.

Maka betapa beruntungnya Kita dibandingkan dengan mereka.

Lalu bukti apa yang sudah kita berikan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pemberi rizki?

Mari terus menebar cinta kepada mereka, karena sejatinya Merekalah yang telah menolong Kita memperoleh bahagia, bukan Kita yang telah menolong mereka.

“Barangsiapa yang meringankan beban dan kesulitan orang mukmin, maka Allah akan melapangkan kesulitannya di hari akhirat kelak. Barangsiapa yang memudahkan orang lain, Allah juga akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat” (HR: Muslim)

Wallahua’lam,

Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

Tags:
Bunda Sholiha

Hi sholiha how are you? My name's Ana, full name's Siti Asmanah. I'm a nice woman who's proud to be a Housewife. I love cooking, reading especially about spiritual motivations, writing, singing, traveling, swimming and I very much love driving. I'm driver right? That's my big profession. Antar jemput anak-anakku sekolah, Les, ngaji, dan kemanapun mereka mau. I love that job. So let's talk about that, pasti sangat menyenangkan ❤️

  • 1

2 Comments

  1. Tulisannya menyentuh bunda Sholihah jafi semangat untuk terus berbagi..In Shaa Alloh

    Reply
    1. Aamiin YRA, semoga Allah mudahkan Kita utk bisa berbagi kebaikan ya bund, terimakasih sudah mensupport ❤️

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *